“Melihat tatapanya yang sayu
di ujung sebuah meja rumah makan, dengan seyum yang sedemikian pasrah. Semacam
keihklasan atau penyerahan tanpa batas kah? Tetapi hampir pasti sebuah
melankolis yang menjanjikan kedamaian meski ku yakin tetap menggoreskan luka,
yang menyisahkan sakit”
Dengan tangan terbuka dia
menerima ku dan membalas pelukanku, memaafkan semua kesalahanku, mengusap air
mataku. Dan semua pengorbanan itu dia lakuakan demi melihat orang yang dicintainya tersenyum
dan bahagia. Adakah wanita yang luar biasa seperti "Dia". Meski aku
tak bisa membayangkan apa yang "Dia" rasakan, kesabaran seperti apa yang dia miliki, keihklasan seperti apa yang dia punya,
apakah semua ‘rasa’ itu bisa dipelajari...??? apakah semua rasa itu bisa
dimengerti..??? masihkan kami tega membuatnya terluka dan sedih...??? Tuhan
jangan biarkan aku menjadi manusia jahat. Aku sangat menyayangi "Dia" karena dia adalah 'Mamah’ ku.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar